phone: +420 776 223 443
e-mail: support@londoncreative.co.uk

Arsitektur Sisi Client / Server



Layanan Telematika

Layanan Telematika merupakan  layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika. Layanan-layanan yang terdapat pada telematika adalah :

1. Layanan Informatika di Bidang Informasi

Pada hakikatnya, penggunaan telematika dan aliran informasi harus berjalan sinkron dan penggunaanya harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Salah satu fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yaitu melalui internet dan telefon. Ada baiknya bila fasilitas publik untuk mendapatkan informasi terus dikembangkan, seperti warnet dan wartel. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-Balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

2. Layanan Keamanan
Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakanan keamanan informasi dan data. Layanan terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan auditin.
Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak seharusnya dengan kata lain layanan ini sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Contoh layanan keamanan yaitu:


a.       Navigation assistant.
b.      Weather, stock information.
c.       Entertainment and M-commerce.
d.      Penggunaan Firewall dan Antivirus.

3. Layanan Context Aware dan Event-Based Context-awareness

Layanan Context Aware dan Event-Based Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

a.        The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

b.       The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

c.       Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

4. Layanan Perbaikan Sumber (Resource Discovery Service)

Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan.  RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan. Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.

Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :

1. Dilihat dari bidang ekonomi

Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.

2. Dilihat dari bidang politik

Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan publik sehingga menghasilkan dukungan politik.

Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu :

1.      Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
2.      Pengembangan layana publik.
Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :

a.       Peningkatan kinerja layanan publik yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.
b.     Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.

Sumber :
http://adji14.wordpress.com/2012/11/02/layanan-telematika/

Contoh CV

Jakarta, 1 Juli 2014

Kepada Yth.
Ketua Umum Yayasan Beasiswa Jakarta.
Bp. H. Margani M. Mustar, MSc.

Gd. Balaikota Blok D Lantai 3
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 8-9
Jakarta Pusat

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan pengumuman mengenai beasiswa Pemprov DKI Jakarta tahun 2013 yang saya baca di student site Universitas Gunadarma, maka perkenalkan saya  

Nama                           : Abdilah Khusu.
NPM                           : 1011101
Jurusan                        : Sistem Infirmasi-S1
Semester                      : 6 (empat)
Perguruan Tinggi         : Universitas Gunadarma

Dengan ini bermaksud mengajukan permohonan beasiswa Pemprov DKI Jakarta tahun 2013 yang disalurkan melalui Yayasan Beasiswa Jakarta. Sebagai kelengkapan surat permohonan, saya lampirkan berkas persyaratan untuk dijadikan pertimbangan, sebagai berikut:

      1.      Fotocopy KTP DKI Jakarta (1 lembar)
      2.      Rangkuman Nilai
      3.      Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kepala Kelurahan setempat
      4.      Surat Keterangan belum bekerja dan belum menikah dari Kepala Kelurahan setempat
      5.      Surat Persetujuan orang tua/wali untuk mendapatkan beasiswa
      6.      Surat Pernyataan kesanggupan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan
      7.      Fotocopy KRS, KTM, dan Blanko pembayaran semester (1 lembar)
      8.      Fotocopy Kartu Keluarga (1 lembar)
      9.      Foto Hitam Putih 4x6 (3 lembar).

Demikian surat permohonan ini saya buat, besar harapan  saya untuk mendapatkan beasiswa ini. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.


                                                                                                           Hormat Saya,





                                                                                                            (Abdilah khusu)

Macam-macam Laporan

1. Laporan berbentuk formulir isian.
    Laporan yang berbentuk formulir isian biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diarahkan kepada tujuan yanga kana dicapai. Laporan ini bersifat rutin dan seringkali berbentuk angka-angka.

Contoh :
 


2. Laporan berbentuk surat.
Bila sebuah laporan tidak banyak mengandung tabel, angka atau sesuatu hal lain yang digolongkan pada tabel dan angka, maka bentuk yang paling umum dipergunakan adalah laporan berbentuk surat. Laporan berbentuk ini tidak banyak berbeda dengan sebuah surat biasa, kecuali bahwa ada sesuatu subyek yang ingin disampaikan agar dapat diketahui oleh penerima laporan. Jika penulis laporan mempergunakan bentuk surat dalam laporannya, maka nada dan pendekatan yang bersifat pribadi memegang peranan yang penting, seperti halnya dengan surat-surat lainnya.

Contoh :


3. Laporan berbentuk memorandum
Laporan yang berbentuk memorandum( saran, nota, catatan pendek) mirip dengan laporan berbentuk surat, namun biasanya lebih singkat. Biasanya digunakan untuk suatu laporan yang singkat dalam bagian-bagian suatu organisasi, atau antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja dan seringkali bermanfaat utuka suatau laporan yang bersifat formal.

Contoh :


4. Laporan berkala.
Laporan semacam ini selau dibuat dalam jangka waktu tertentu. Dalam bentuk sederhan, laporan semacam ini dapat dibuat dalam bentuk formulir-formulir isian, atau dalam bentuk memorandum.

Contoh :


5. Laporan laboratoris.
Tujuan laporan laboratoris adalah menyampaikan hasil dari percobaan atau kegiatan yang dilakuakan dalam laboratoria. Oleh sebab itu laporan ini seringkali memuat percobaan-percobaan yang telah dilakukan. Kerangka laporan laboratoris:
  • Halaman judul
  • Obyek atau tujuan
  • Teori (yang menyangkut teori mana yang diterapkan)
  • Metode (prosedur yang digunakan)
  • Hasil-hasil yang dicapai dalam percobaan ini dengan mempergunakan metode diatas
  • Diskusi atas hasil yang telah dicapai dalam percobaan
  • Kesimpulan
  • Apendiks
  • Data asli
Contoh :

Resensi buku

City of the Beasts

Oleh abdilah khusu. Rabu,30 2014

Hidup Alexander Cold di kota pesisir kecil di California berubah drastis saat ibunya sakit keras dan ia harus diungsikan ke tempat neneknya yang nyentrik, Kate Cold. Kate adalah seorang penulis sekaligus petualang terkenal yang hidup di kota New York. Belum lagi Alex terbiasa dengan suasana kota besar yang baru pertama dikunjunginya itu, ia sudah dikejutkan dengan rencana Kate membawanya ikut ekspedisi International Geographic ke Amazon yang liar, untuk menyelidiki makhluk buas misterius yang keberadaannya masih dipertanyakan.

Maka dimulailah petualangan Alex di alam liar, terpencil dari peradaban, menyusuri sungai yang merupakan satu-satunya akses transportasi memasuki hutan yang lebat menuju pemukiman kaum Indian yang tersembunyi. Berbagai hal yang selama ini hanya dibacanya di buku, kini dialaminya sendiri: anaconda besar yang bisa meremukkan tubuh, buaya yang mengintip dari balik air sungai, hingga suku Indian asli yang terus mengintai mereka selama perjalanan. Apakah mereka kawan, atau lawan? Dan apa sebenarnya makhluk buas yang dikabarkan sudah memakan korban itu?
***
Yang menyenangkan dari Isabel Allende adalah penuturannya yang kaya akan detail. Mulai dari hijaunya hutan, lembapnya udara Amazon, ancaman binatang-binatang buas, suasana mencekam saat orang-orang Indian mendekat, hingga sang makhluk buas misterius yang menjadi sentral cerita, semua digambarkan dengan sempurna, seakan-akan kita memang berada di sana.

Makhluk itu tampak seperti manusia purba raksasa, tingginya lebih dari tiga meter, berdiri tegak, dengan kedua lengan kekar diseret di atas tanah dan wajah melankolis di kepala yang terlalu kecil untuk ukuran tubuhnya. Seluruh tubuh makhluk itu ditutupi rambut tebal kasar dan memiliki tiga buah cakar panjang melengkung yang setajam pisau di masing-masing tangan.
 (p 226)

Seram, tapi membuat penasaran, kan? :) Alur cerita dibuat mengalir cukup lancar, action packed, tapi dengan adegan sadis yang tidak berlebihan, mengingat buku ini masuk genre remaja. Yang juga menarik tentu saja karakter-karakter yang diselipkan di sepanjang cerita. Allende mampu membuat tiap karakter cukup likable tanpa harus menjadi superhero. Nadia Santos misalnya, anak perempuan yang sepanjang hidupnya tinggal di desa di tepi Amazon, dan menjadi sahabat karib Alex dalam petualangan ini, digambarkan sebagai anak yang tough, namun tetap memiliki kekurangan, yaitu takut akan ketinggian. Karakter lain yang menarik adalah pimpinan ekspedisi, Profesor Ludovic Leblanc, antropolog terkenal yang sangat arogan dan egois, namun ternyata memiliki sisi humanis juga. Semua karakter yang ada dihadirkan dengan cukup seimbang, sehingga kita sulit menebak siapa sebenarnya yang jahat dan siapa yang benar-benar baik.

Allende juga membahas beberapa isu penting dengan cukup pas, kepiawaian dan pengetahuannya mengenai sejarah Amerika Selatan ditulis dengan meyakinkan namun tidak berlebihan: suku Indian yang nyaris punah, keserakahan para pendatang yang ingin menguasai daerah Amazon beserta seluruh sumber dayanya, hukum yang diabaikan di daerah pedalaman, serta tentu perkembangan karakter Alex dan Nadia yang mewakili jiwa-jiwa yang masih murni dari segala niat jahat, di mana keberanian merekalah yang menjadi titik penting dalam cerita.

Ini adalah pengalaman perdanaku membaca karya Isabel Allende, dan aku bersyukur membaca buku ini lebih dahulu sebelum mencicipi karya-karyanya yang lebih serius, karena bisa melihat sisi lain penulis ini tanpa harus terpengaruh kritik terhadap buku-buku historical fiction-nya yang fenomenal.

Pertama kali aku tertarik dengan buku ini adalah sekitar sepuluh tahun yang lalu, ketika aku melihat versi bahasa Inggrisnya di salah satu toko Gramedia di Bandung, tapi entah kenapa tidak pernah kesampaian untuk membelinya. Sampai buku ini diterjemahkan Gramedia pun, aku belum juga sempat membelinya. Akhirnya, karena jodoh memang nggak ke mana, ketika acara Pesta Novel Gramedia di Palmerah awal Mei kemarin, aku berhasil mendapatkan buku ini, gratis, karena ikut salah satu game seru yang diselenggarakan akun twitter @Gramedia. Senangnya!
City of The Beasts adalah buku pertama dari trilogi petualangan Alex dan Nadia. Buku kedua, Kingdom of The Golden Dragon, juga sudah diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama, dan bercerita tentang petualangan mereka di Himalaya. Sedangkan buku terakhir, Forest of the Pygmies, membawa mereka ke Kenya.