phone: +420 776 223 443
e-mail: support@londoncreative.co.uk

Tipe, Bentuk dan Struktur Skema organisasi

Tipe, Bentuk dan Struktur Skema organisasi

Tipe dan Bentuk Organisasi

Untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah :

1.           ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)

            Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya : Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.

            Ciri-ciri :

·     Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang

·     Jumlah karyawan sedikit

·     Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi

·     Belum terdapat spesialisasi

·     Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan

·     Struktur organisasi sederhana dan stabil

·     Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil

·     Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

·     Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :

1.      Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik

2.      Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)

3.      Koordinasi lebih mudah dilaksanakan

4.      Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat

5.    Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan

6.      Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi

7.      Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat

8.      Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.

9.      Adanya penghematan biaya

10.  Pengawasan berjalan efektif

            Kelemahan-kelemahan organisasi garis adalah :

1.      Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi

2.      Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri

3.      Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).

4.   Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri

5.      Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan

6.      Kurang tersedianya saf ahli

2.             ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)

            Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiran saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:

            Ciri-ciri :

1.      Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung

2.      Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff

3.      Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff

4.      Jumlah karyawan banyak

5.      Organisasi besar, bersifat komplek

6.      Adanya spesialisasi

            Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf adalah :

1.      Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.

2.      Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana

3.      Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.

4.      Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.

5.      Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.

6.      Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya

7.      Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.

8.      Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli

            Kelemahan-kelemahan dari bentuk organisasi garis dan staf adalah :

1.      Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat

2.      Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal

3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting

4.      Pimpinan lini mengabaikan advis staf

5.      Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang

6.      Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar

7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini

8.    Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.

3.         ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)

            Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

            Ciri-ciri :

1.      Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan

2.      Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan

3.      Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis

4.      Target-target jelas dan pasti

5.      Pengawasan ketat

6.      Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

            Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional adalah :

1.      Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal

2.      Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing

3.      Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan

4.      Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib

5.      Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.

6.      Pembidangan tugas menjadi jelas

            Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional adalah :

1.      Pekerjaan seringkali sangat membosankan

2.    Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja

3.      Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

       4.              ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)

            Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

            Ciri-ciri :

1.      Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan

2.      Terdapat spesialisasi yang maksimal

3.      Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja

            Kelebihan organisasi Lini dan fungsional adalah :

1.      Solodaritas tinggi

2.      Disiplin tinggi

3.      Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal

4.      Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan

            Kekurangan organisasi Lini dan fungisional adalah :

1.      Kurang fleksibel dan tour of duty

2.   Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang

3.      Spesiaisasi memberikan kejenuhan

       5.                ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)

            Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.

            Ciri-ciri :

         Organisasi besar dan kadang sangat ruwet

         Jumlah karyawan banyak

            Mempunyai 3 unsur karyawan pokok, yaitu :

1.      Karyawan dengan tugas pokok (line personal)

2.      Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)

3.      Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)

       6.            ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)

            Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.

            Organisasi komite terdiri dari :

1.      Executive Committee ( Pimpinan Komite) yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini

2.      Staff Committee yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf

            Ciri-ciri:

1.      Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif

2.      Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan

3.      Asas musyawarah sangat ditonjolkan

4.      Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana

5.      Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga

            Kelebihan organisasi komite adalah :

1.   Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan

2.      Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil

3.      Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin

            Kekurangan organisasi komite adalah :

1.      Proses decision making sangat lambat

2.      Biaya operasional rutin sangat tinggi

3.      Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

Struktur dan Skema Organisasi

               Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan, sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung, yang apabila setiap bagian dapat dikelola dengan baik maka organisasi tersebut pun akan ikut membaik.           

            Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada. Hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi
tersebut, lingkunan adalah faktor yang sangat mempengaruhi. Tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.
            Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
            1. Bentuk Vertikal 
            2. Bentuk Mendatar / horizontal    
            3. Bentuk Lingkaran / circular       
            4. Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
            5. Bentuk Elliptical
            6. Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)       


            Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.
1. Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kearah kanan atau sebaliknya. 

2. Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke arah bidang lingkaran.       


3. Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kearah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.      


4. Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kearah bidang elips.  


            Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. Bagan pyramid dapat disusun dari bawah kearah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kearah kiri, bagan menegak (Vertikal) dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elips kearah bidang atas elips. Dalam bagan lingkaran, bagan elips dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya.


            Hal ini dikemukakan pula oleh Keith Davis sebagai berikut :       
“Perubahan-perubahan penggambaran bagan kadang-kadang diterima untuk menggalakan pertalian kedudukan atasan bawahan dari kebiasaan bagan-bagan organisasi, tetapi perubahan-perubahan ini tidak mengubah keadaan kedudukan yang sebenarnya. Termasuk di dalamnya perubahan-perubahan bagan mendatar, lingkaran, setengah lingkaran, elips dan piramida terbalik.

sumber     :

http://dandyadventures.blogspot.com/2012/04/struktur-atau-skema-organisasi.html

Pengertian Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja

A. Organisasi

Pada pertemuan kali ini, penulis akan mempersembahkan sebuah pokok bahasan yang mungkin telah umum diketahui yaitu mengenai Organisasi, Manajemen dan Tata Kerja (Metode), dalam berbagai tingkatan sosial maupun lainnya.

Pengertian Organisasi
Istilah organisasi sudah tidak asing di dengar, dalam satu kesatuan bidang yang sederhanapun sudah dianggap sebagai organisasi, contohnya dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah perkumpulan-perkumpulan atau organisasi ekstrakulikuler, maupun perkumpulan-perkumpulan atau organisasi yang khusus intern sekolah yang biasa dikenal OSIS (Organisasi Siswa Intera Sekolah), atau contoh lainnya adalah dalam bermasyarakat sering kita dengar dengan istilah OrMas (Organisasi Masyarakat). Jadi Organisasi dapat diartikan sebagai suatu perkumpulan yang memiliki struktur kepemimpinan dalam satu visi dan misi, untuk mencapai tujuan yang diinginkan organisasi itu sendiri secara bersama-sama.

B. Manajemen

Secara segi tata bahasa kata manajemen di ambil dari kata bahasa inggris yaitu “manage” yang berarti mengurus, mengelola, mengendalikan, mengusahakan, memilah dan memilih

Pengertian Manajemen
suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pemilihan, pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya yang mendahulukan suatu kebutuhan yang paling dianggap penting.


C. Tata Kerja

Setiap suatu bidang pekerjaan, atau melakukan suatu kegiatan pasti memiliki urutan proses/cara untuk mencapai suatu tujuan yang dinginkan, dan proses itu diartikan sebagai tata kerja atau metode.

Tata kerja atau metode sendiri adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat.

Dari ketiga unsur diatas yaitu Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja (Metode) yang saling berhubungan, untuk menghasilkan keputusan yang bisa diputuskan oleh pemimpin dari organisasi.

sumber :  http://www.kisutmengkerut.com/2012/10/arti-pentingnya-organisasi-dan-metode.html

interaksi sosial di daerah pedesaan



Interaksi sosial adalah hubungan timbal-balik dalam masyarakat, di masyrakat pedesaan interkasi sosial masih sangat baik, mereka masih sangat tegang rasa satu sama lain dan siap membantu bila ada yang meminta pertolongan, dikarenakan di pedesaan masih ada sifat kekeluargaan dan saling membantu bila ada perayaan hajatan ataupun adat dan agama, dan mereka masih beranggapan bahwa satu sama lain adalah juga bagian dari keluarga.

Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
1.           Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan   erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
2.           Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
3.           Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
4.           Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya
Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan konflik, kontraversi, kompetisi.

Perbedaan masyarakat kota dan masyarakat pedesaan


Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.
Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata permasalahan.
Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.
Sederhana
Mudah curiga
Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
Mempunyai sifat kekeluargaan
Lugas atau berbicara apa adanya
Tertutup dalam hal keuangan mereka
Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
Menghargai orang lain
Demokratis dan religius
Jika berjanji, akan selalu diingat
Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.
Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban community.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:
1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.
2.  orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
3. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
4. jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
5. interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.





















KEBUDAYAAN 1KA01 ABDILAH

NAMA : ABDILAH KHUSU
KLS      : 1KAO1
NPM     : 10111011

*keindahan dan estetika
Estetika adalah ilmu yang menyelidiki tentang hakekat keindaha .
Keindahan dalam arti terbatas adalah ciri yang melekat pada bentuk dan warna  yang relatif tetap dari masa ke masa dan di semua tempat. Sifat keindahan yang relatif tetap ditentukan oleh unsur statis. Keindahan dalam arti terbatas bersifat obyektif dengan memperhatikan ciri yang melekat pada bentuk dan warna

*keindahan dan kebudayan
Budaya atau kebudayaan berasal dari   bahasa Sansekerta yaitu  buddhayah, yang 
merupakan bentuk jamak dari  buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang 
berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut 
culture, yang berasal dari kata  Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa 
diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata  culture juga kadang 
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. 
Budaya dalam pengertian yang luas adalah pancaran daripada budi dan daya. Seluruh 
apa yang difikir, dirasa dan direnung diamalkan dalam bentuk daya menghasilkan 
kehidupan. Budaya adalah cara hidup sesuatu bangsa atau umat. Budaya tidak lagi 
dilihat sebagai pancaran ilmu dan pemikiran yang tinggi dan murni dari sesuatu bangsa 
untuk mengatur kehidupan berasaskan peradaban.

Keindahan dan Karyacipta
*Keindahan adalah bagian dari kehidupan manusia yang merupakan kebutuhan kodrati. Karena itu, manusia berusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan, manusia   berkreativitas menghasilkan karya cipta, karya cipta itu didasari dan dipengaruhi oleh pengalaman hidup atau oleh kenyataan yang terjadi dalam masyarakat.
       Tujuannya dapat dilihat dari segi nilai kehidupan manusia dan manfaat bagi manusia secara kodrati dan tujuan para penulis menciptakan keindahan dan sekaligus mengungkapkan keburukan melalui karya cipta mereka.

Tentang BING

Bing merupakan mesin pencari (search engine) website yang bernaung di bawah bendera Microsoft. Bing ini merupakan bentuk reinkarnasi yang dilakukan Microsoft terhadap ketiga mesin pencari produksinya terdahulu, yakni Live Search, Windows Live Search, dan MSN Search. Produk mesin pencari yang baru ini secara resmi dilucurkan pada tanggal 3 Juni 2009 menggantikan mesin pencari sebelumnya, yaitu Live Search. Bing diciptakan dengan menggunakan suatu teknologi, yakni teknologi PowerSet. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk memperoleh hasil pencarian yang lebih akurat. Di samping itu, Bing dilengkapi dengan kemampuan untuk menyimpan dan membagi historis pencarian melalui Windows Skydrive, Facebook, dan e-mail. Bing mengelompokkan pencarian berdasarkan empat kategori, yaitu :
1.    Web untuk pencarian halaman situs atau website.
2.    Images untuk pencarian gambar.
3.    News untuk pencarian berita.
4.    xRank untuk pencarian siapa dan apa yang paling banyak dicari oleh pengguna Bing




Sejarah

Microsoft telah memproduksi tiga mesin pencari sebelum Bing, yakni MSN Search, Windows Live Search, dan Live Search. Namun sayangnya menurut Microsoft ini, kinerja ketiga mesin pencari ini kurang maksimal dalam menarik pengguna sehingga belum mampu menggeser kedudukan Google Search sebagai penguasa mesin pencari di dunia Internet. Kegagalan ketiga mesin pencari sebelum Bing ini, tidak mematahkan semangat Microsoft untuk terus menerus berinovasi dengan mencoba untuk mengevaluasi dan menganalisis kelemahan-kelemahan yang ada pada ketiga mesin pencari sebelum Bing tersebut. Selain itu, Microsoft juga menganalisis kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh mesin pencari pesaing, terutama Google Search dan Yahoo Search. Setelah melalui segala bentuk usaha di atas, Microsoft berusaha memperbaiki dan mengaplikasikannya pada produk mesin pencari terbaru, yaitu Bing. Sejarah terciptanya Bing pada prinsipnya tidak terlepas dari tiga mesin pencari produksi Microsoft sebelumnya. Secara historis dapat dikemukakan bahwa terciptanya Bing dimulai dari MSN Search sampai Windows Live Search lalu Live Search


sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Bing

Manusia dan kebudayaan

MANUSIA & KEBUDAYAAN
dalam kehidupan sehari-hari manusia tidaka dapat dilepaskan dari budaya ,budaya berperan penting dalam kehidupan ,oleh karnanya budaya sangat dihormati ditiap-tiap daerah dmna manusia itu tinggal.
ditiap tiap daerah memiliki kebudayaan yg berbeda-beda dan tradisi yg berbeda pula,budaya jadi tolak ukur bagi sebagian manusia ,karna setiap orang menpunyai beragam budaya yg berbeda-beda dari setiap kota kelahirannya .seiring berkembangnya zaman bnyk sebagian budaya yg sekarang berubah.

Perkembangan zaman mendorong terjadinya perubahan-perubahan disegala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Mau tidak mau kebudayaan yang dianut suatu kelompok sosial akan bergeser. Suatu kelompok dalam kelompok sosialbisa saja menginginkan adanya perubahan dalam kebudayaan yang mereka anut, dengan alasan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman yang mereka hadapi saat ini. Namun, perubahan kebudayaan ini kadang kala disalah artikan menjadi suatu penyimpangan kebudayaan.